Kamis, 17 Januari 2013

OTOMASI PERPUSTAKAAN


PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang pengelola sumber informasi yang sudah seharusnya tersentuh penerapan Teknologi Informasi (TI) yang telah berkembang pesat. Perkembangan dari penerapan TI dapat dilihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan TI, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi, perpustakaan digital. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan banyak diukur dari penerapan TI yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besar gedung yang digunakan, jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya.
Kebutuhan akan Teknologi Informasi (TI) sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang. Perpustakaan membagi rata informasi dengan cara mengidentifikasi, mengumpulkan, mengelola, dan menyediakannya untuk umum dengan otomasi perpustakaan yang dibantu oleh TI.

1.2  Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian otomasi dan otomasi perpustakaan?
2.   Apa tujuan otomasi perpustakaan?
3.   Apa manfaat otomasi perpustakaan?
4.   Apa saja komponen-komponen sistem otomasi perpustakaan?
5.   Bagaimana konsep otomasi perpustakaan?


1.3  Tujuan
1.   Untuk memenuhi tugas mata kuliah Aplikasi TIK di Perpustakaan,
2.   Untuk mengetahui pengertian otomasi dan otomasi perpustakaan,
3.   Untuk mengetahui tujuan otomasi perpustakaan,
4.   Untuk mengetahui manfaat otomasi perpustakaan,
5.   Untuk mengetahui komponen-komponen sistem otomasi perpustakaan,
6.   Untuk memahami konsep otomasi perpustakaan.

1.4  Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data dari beberapa bahan pustaka di perpustakaan dan situs-situs web internet yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat pada makalah ini yaitu yang membahas mengenai otomasi perpustakaan.

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Otomasi dan Otomasi Perpustakaan
Untuk dapat memahami otomasi perpustakaan perlu dipahami pengertian otomasi dan pengertian otomasi perpustakaan, berikut beberapa pengertian mengenai otomasi dan otomasi perpustakaan:
Menurut Harrod (1990: 47) otomasi adalah pengorganisasian mesin untuk mengerjakan tugas-tugas rutin, sehingga hanya dibutuhkan sedikit campur tangan manusia.
Dalam Concise Oxford Dictionary (1982: 59) otomasi adalah penggunaan peralatan yang dioperasikan secara automasi untuk menghemat tenaga fisik dan mental manusia.
Menurut Sulistio Basuki (1994: 96) otomasi adalah mencakup konsep proses atau hasil membuat mesin swatindak dan atau swakendali dengan menghilangkan campur tangan manusia dalam proses tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa otomasi merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin (melalui bantuan TI) yang pengerjaan dan pengaturannya secara otomatis sehingga tidak perlu memerlukan pengawasan manusia.
Sedangkan pengertian otomasi perpustakaan adalah suatu sistem atau metode yang menggunakan peralatan untuk menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan rutin atau sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan Teknologi Informasi (TI).
Otomasi perpustakaan merupakan penerapan TI di perpustakaan yang dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, diantaranya sebagai berikut:
a.    TI digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik, dan sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustkaaan.
b.   TI sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan TI dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan Perpustakaan Digital.
Kedua fungsi penerapan TI ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem informasi, tergantung dari kemampuan software yang digunakan, sumber daya manusia, dan infrastruktur peralatan TI yang mendukung keduanya (Ikhwan Arif, 2003: 2,3).
Bidang cakupan otomasi perpustakaan dalam buku Wahyu Supriyanto dan Ahmad Muhsin (2008: 38) diantaranya adalah:
a.    Usulan koleksi,
b.   Inventarisasi,
c.    Katalogisasi,
d.   Sirkulasi, reserve, inter-library loan,
e.    Pengelolaan penerbitan berkala,
f.    Pengelolaan anggota.

2.2  Tujuan Otomasi Perpustakaan
Tujuan otomasi perpustakaan menurut Cochrane (1995: 31) diantaranya sebagai berikut:
a.    Memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan,
b.   Memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan  perpustakaan,
c.    Membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan,
d.   Menghindari pekerjaan yang bersifat mengulang dan membosankan,
e.    Memperluas jasa perpustakaan,
f.    Memberi peluang untuk memasarkan jasa perpustakaan,
g.   Meningkatkan efisiensi.

2.3    Manfaat Otomasi Perpustakaan
Otomasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan memberikan manfaat sebagai berikut:
a.    Mengefisienkan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan,
b.   Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan,
c.    Meningkatkan citra perpustakaan,
d.   Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global.
Dan menurut Sophia (1998) penggunaan teknologi komputer di perpustakaan mempunyai beberapa manfaat diantaranya:
a.    Dapat mempercepat proses temu balik informasi (information retrieval),
b.   Memperlancar proses pengolahan, pengadaan bahan pustaka, dan komunikasi antar perpustakaan,
c.    Dapat menjamin pengelolaan data administrasi perpustakaan.
Dengan adanya otomasi perpustakaan maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Salain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusur kembali.

2.4    Komponen Sistem Otomasi Perpustakaan
Komponen-komponen sistem otomasi perpustakaan meliputi pengguna (user), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan data.
a.    Pengguna (user)
Pengguna (user) merupakan unsur utama yang sangat berpengaruh dalam sistem otomasi perpustakaan. Dalam membangun dan mengembangkan sistem otomasi perpustakaan alangkah baiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan staf perpustakaan, pustakawan serta para pemustaka atau pengguna perpustakaan. Otomasi perpustakaan dibangun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya, sehingga otomasi yang akan dibuat akan membantu para pengguna.
b.   Perangkat keras (hardware)
Sebuah mesin yang dapat menerima dan mengolah data menjadi informasi secara cepat dan tepat diperlukan program untuk menjalankannya. Fungsi perangkat keras adalah untuk menumpulkan data dan mengkonversinya ke dalam suatu bentuk yang dapat diproses oleh komputer. Perangkat keras dalam otomasi perpustakaan diantaranya komputer, scanner, digital camera, dan CD writer. Pengadaan perangkat keras ini perlu disesuaikan dengan software yang akan digunakan.
c.    Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak merupakan komponen penting dalam sistem otomasi. Perangkat lunak sering diartikan sebagai metode atau prosedur untuk mengoperasikan komputer agar sesuai dengan permintaan baik multi-tasking maupun multi-user. Perangkat lunak (software) untuk sistem otomasi perpustakaan adalah seperti CDS/ISIS dari UNESCO yang dapat diperoleh secara gratis melalui internet.
d.   Data
Data merupakan bahan baku informasi. Data dapat berupa alfabet, angka, maupun simbol-simbol khusus. Dalam perpustakaan data ini dapat berupa identitas sebuah buku atau bibliografi dan lain sebagainya.

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa otomasi merupakan penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin (melalui bantuan TI) yang pengerjaan dan pengaturannya secara otomatis sehingga tidak perlu memerlukan pengawasan manusia.
Sedangkan pengertian otomasi perpustakaan adalah suatu sistem atau metode yang menggunakan peralatan untuk menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan rutin atau sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan Teknologi Informasi (TI)

DAFTAR PUSTAKA
Ajie, Miyarso Dwie. (2009). Sistem Otomasi Perpustakaan. Hand Out 1 pada Perkuliahan UPI, Bandung.
Pendit, Putu Laxman. et al. (2007). Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.
Supriyanto, Wahyu dan Ahmad Muhsin. (2008). Teknologi Informasi Perpustakaan: Strategi Perancangan Perpustakaan Digital. Yogyakarta: Kanisius.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar